Saturday, 14 May 2022

PENYEBAB ORANGTUA TIDAK MENGIZINKAN ANAKNYA MENGEJAR KARIER & ALASAN ORANGTUA MENGIZINKAN ANAKNYA MENGEJAR KARIER, BAIK ITU MENGEJAR KARIER SEJAK USIA DINI MAUPUN MENGEJAR KARIER SEJAK SD, SMP ATAU SMA

  Penyebab Orangtua Tidak Mengizinkan Anaknya Mengejar Karier &
Alasan Orangtua Mengizinkan Anaknya Mengejar Karier, baik itu
Mengejar Karier sejak Usia Dini maupun Mengejar Karier sejak SD,
SMP atau SMA


Penulis: Muhammad Irfan Budiman
Edit: Muhammad Irfan Budiman


Tanggal Pembuatan: 14 Mei 2022 14.45 WIB
Tanggal Publish Ulang: 14 Mei 2022 19.22 WIB


Sumber Konten Blog Berasal: Diary Irfan Motivator


 Penyebab Orangtua Tidak Mengizinkan Anaknya Mengenai Karier,
baik itu Bekerja Sejak Usia Dini, Bekerja sejak SD maupun
Bekerja sejak Lulus dari SMA
- Orangtua berpikir bahwa anak tidak memiliki ilmu banyak sehingga orangtua
  memaksa anaknya untuk menempuh perkuliahan demi mendapatkan gelar
  sarjana
- Orangtua berpikir bahwa anak tidak memiliki rencana yang jelas mengenai
  masa depan anaknya
- Orangtua sering meremehkan bakat, minat, serta skill anaknya yang
  menyebabkan mental anak dalam mengembangkan bakat, minat, serta skill
  menurun
- Orangtua tidak mendukung anaknya dalam mengembangkan bakat, minat, serta
  skill dan orangtua akan memanfaatkan kesempatan dengan mencari kesalahan
  anaknya dengan dalih anaknya terlalu malas-malasan dan tidak serius dalam
  mengembangkan bakat, minat, serta skill
- Orangtua tidak belajar dari pengalaman calon artis & penyanyi masa depan yang
  sukses sejak usia dini, seperti Ali Fikry Assegaf, Zayyan Sakha, Rayensyah
  Rassya Hidayah, Naufal Ho, Nasar Anuz, Farras Fatik, Aqeela Calista, dan
  artis-artis generasi penerus bangsa lainnya
- Orangtua selalu menyalahkan anaknya apabila anaknya berkeinginan untuk
  bekerja bersama teman-teman satu frekuensi atau bekerja sendiri
- Orangtua terlalu egois ke anak sehingga pemikiran orangtua tidak terbuka
  mengenai masa depan anaknya
- Orangtua hanya ingin melihat anaknya sukses dengan mewajibkan anaknya
  menempuh perkuliahan tanpa membebaskan anaknya memilih mau menempuh
  perkuliahan terlebih dahulu setelah itu bekerja atau langsung bekerja tanpa
  menempuh perkuliahan terlebih dahulu
- Orangtua tidak memikirkan bahwa jumlah korban PHK di suatu perusahaan serta
  jumlah penggangguran di Indonesia makin meningkat. Hal tersebut disebabkan
  oleh tidak pedulinya para orangtua yang tidak mengizinkan anaknya bekerja
  dengan dalih anak tersebut tidak memiliki ilmu lebih serta anak tersebut dinilai
  malas-malasan sehingga orangtua mewajibkan anaknya menempuh perkuliahan
- Orangtua sering menghujat orang yang hanya lulus dari bangku SMA dengan
  sebutan "orang yang hanya lulus dari bangku SMA (hanya) menerima pekerjaan di
  bidang OB (Office Boy)/ Cleaning Service di suatu perusahaan" atau "orang yang
  memiliki penghasilan rendah yang membuat orang tersebut bekerja demi
  membantu kedua orangtuanya yang jatuh miskin atau melawan dari penyakit yang
  orangtua derita" 
- Orangtua sering membandingkan anak yang memiliki ijazah dengan orang yang
  hanya lulus dari bangku SMA


Alasan Orangtua Mengizinkan Anaknya Mengejar Karier,
 baik itu Mengejar Karier sejak Usia Dini maupun Mengejar
Karier sejak SD, SMP atau SMA
- Orangtua ingin anaknya hidup mandiri dan tidak terlalu bergantung dengan
  orangtua
- Orangtua ingin anaknya belajar mengenai kerasnya masuk dunia kerja
  sejak usia dini atau sejak lulus dari SMA
- Anak memiliki rencana yang matang dan jelas
- Anak memiliki niat baik ke orangtua mengenai rencana orangtua yang belum
  tercapai atau anak memiliki perencanaan yang belum tercapai, seperti
  memberangkatkan orangtua atau keluarga inti umroh, mengajak keluarga inti
  ke luar negeri, memberikan paket makanan ke orang-orang yang tidak mampu,
  dan lain sebagainya
- Orangtua ingin anaknya sukses dengan bekerja sambil sekolah
- Orangtua ingin anaknya belajar dari pengalaman orang-orang yang meraih
  kesuksesan sejak usia dini, seperti Nasar Anuz yang bermain di film
  Pengabdi Setan 1 & 2, sinetron Kun Anta 1-3, dan sinetron Pulung, Sinyo SR
  yang bermain di film Wonderful Life, sinetron Kun Anta 1-3, sinetron
  Jagoan Bola Go.... Go... Go..., sinetron Bola Koki, Rayensyah Rassya Hidayah
  yang bermain di film Habibie & Ainun 3, sinetron Kun Anta season 1, sinetron
  Dari Jendela SMP, dan film DJS The Movie: Biarkan Aku Menari, dan
  orang-orang yang meraih kesuksesan lainnya
- Anak ingin diakui dan terkenal hingga memiliki para penggemar/ fans, namanya
  masuk ke Wikipedia Bahasa Indonesia, dan diundang ke stasiun TV Nasional
  seperti Zayyan Sakha, Ali Fikry Assegaf, dan Kiesha Alvaro
- Anak menyadari bahwa mencari pekerjaan itu sangat sulit dan anak belajar dari
  pengalaman perusahaan/ toko swalayan yang bangkrut akibat para karyawan
  di-PHK atau perusahaan/ toko swalayan tersebut kalah bersaing dengan
  perusahaan/ toko swalayan lain, seperti Giant toko swalayan, Aladdin Depok
  Fantasi, perusahaan baju Centro, Bank Bukopin yang kini berganti nama menjadi
  Bank Korea Bukopin, dan perusahaan/ toko swalayan lainnya
- Anak menyadari bahwa membuka lapangan kerja di Indonesia sangatlah minim
  dan lapangan kerja di Indonesia dipenuhi oleh asing dan aseng
- Orangtua ingin anaknya mencari teman yang sesuai dengan kriteria berupa
  penilaian sikap, akhlak, dan perilaku kepada teman sendiri supaya anak bisa
  menemukan chemistry antara anak dengan teman yang sesuai dengan kriteria
  dari anaknya

No comments:

Post a Comment

PENYEBAB ORANGTUA TERLALU FANATIK (FANS FANATIK) DENGAN PENDIDIKAN

  Penyebab Orangtua Terlalu Fanatik (Fans Fanatik) dengan Pendidikan Penulis:  Muhammad Irfan Budiman Edit:  Muhammad Irfan Budiman Tanggal ...