Alasan Anak Tidak Wajib Mengikuti Perkuliahan
Penulis: Muhammad Irfan Budiman
Edit: Muhammad Irfan Budiman
Tanggal Pembuatan: 21 Maret 2022 07.35 WIB
Tanggal Publish Ulang: 25 Mei 2022 18.18 WIB
- Anak ingin fokus bekerja terlebih dahulu supaya anak bisa mewujudkan mimpinya
menempuh perkuliahan di luar negeri
- Anak memiliki perencanaan yang matang dan jelas mengenai masa depan anaknya
sehingga orangtua DILARANG mengganggu/ mengacak0acak rencana yang anak
buat dan orangtua WAJIB mendukung anaknya bekerja demi meraih masa depan
yang lebih baik
- Menempuh perkuliahan merupakan suatu hal yang sulit karena anak merasa
diancam DO (Drop Out) apabila anak tidak mengerjakan semua tugas yang
diberikan oleh dosen serta orangtua akan memukuli atau memarahi anaknya
apabila anak tidak menekuni perkuliahannya
- Anak tidak membutuhkan gelar sarjana dan ijazah perkuliahan karena kecerdasan
anak bukan dilihat dari gelar sarjana dan ijazah perkuliahan, melainkan
pengalaman, jam terbang, serta niat seorang anak dalam menekuni suatu
pekerjaan yang sesuai dengan bakat, minat, dan skill
- Usia 12 tahun ke atas merupakan usia produktif untuk mencari pekerjaan yang
sesuai dengan bakat, minat, serta skill
- Anak bisa survive dengan teman-teman satu frekuensi atau orang-orang di sekitar
rumah meskipun anaknya tidak menempuh perkuliahan
- Anak bisa mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan bakat, minat, dan skill
tanpa memerlukan perkuliahan
- Anak akan kesulitan membagi waktu antara menempuh perkuliahan serta bekerja
apabila orangtua memaksa anaknya untuk menempuh perkuliahan demi menatap
masa depan yang lebih baik
- Anak lebih mengejar pekerjaan yang sesuai dengan bakat, minat, dan skill
ketimbang mengejar perkuliahan
Note:
Informasi ini saya dapatkan dari hasil pengalaman serta analisa saya selama saya berteman dan mengobrol dengan teman-teman satu frekuensi
No comments:
Post a Comment