Mengenal Budi Santosa Purwokartiko, Salah Satu Rektor Institut Teknologi Kalimantan Yang Viral Karena Tulisan di Status Facebook Yang Mengandung SARA
Penulis: Muhammad Irfan Budiman
Edit: Muhammad Irfan Budiman
Tanggal Pembuatan: 30 April 2022 21.34 WIB
Sumber Konten Blog Berasal:
Football Lovers IDN & Diary Irfan History & Autobiography
Budi Santosa Purwokartiko merupakan salah satu rektor Institut Teknologi Kalimantan yang lahir di Klaten, 12 Mei 1969. Dia telah menyelesaikan pendidikan terakhirnya berupa sarjana di Institut Teknologi Bandung. Dia pernah meraih gelar master dan doktor di University of Oklahoma, Amerika Serikat. Kemudian, ia dilantik sebagai Guru Besar Teknik Industri di Institut Teknologi Sepuluh November untuk mengambil bidang keahlian data mining, optimasi & metaheuristik, operations research, serta manajemen proyek. Ia terpilih menjadi rektor Institut Teknologi Kalimantan pada 2014-2018. Pada 2018, ia kembali terpilih menjadi rektor Institut Teknologi Kalimantan setelah disahkan oleh Menristekdikti (Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi), Prof. Mohamad Nasir, Ak, Ph, D. Ia menjabat sebagai rektor Institut Teknologi Kalimantan hingga 2022. Dirangkum dari situs resmi ITK (Institut Teknologi Kalimantan), Prof Budi Santosa Purwokartiko berhasil mengalahkan 3 (tiga) kandidat rektor ITK lain, yakni Dr. Bambang Lelono Widjiantoro, S.T., M.T. (Deken FTI ITS), Subchan, Ph.D (Wakil Rektor Akademik ITK), dan Prof Enos Tangke Arung, Ph. D (Guru Besar Universitas Mulawarman). Meskipun waktunya terbilang lama dari jadwal yang ditentukan, proses pemilihan rektor periode 2018-2022 berlangsung lancar dan transparan. Alasan pemilihan rektor periode 2018-2022 berlangsung lancar karena calon peserta yang mendaftar melewati batas waktu yang ditentukan oleh pihak ITK, yakni 14 Oktober 2018, sehingga pesertanya sedikit. Menristekdikti (Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi) pun mengeluarkan surat keputusan nomor 631/M/KPT.KP/2018 mengenai perpanjangan masa jabatan periode 2014-2018 sampai 3 (tiga) bulan atau dilantiknya rektor ITK periode 2018-2022. Selain menjadi rektor ITK, Prof. Budi Santosa Purwokartiko dikenal sebagai interviewer Beasiswa LDPD Departemen Keuangan sejak 2013.
Karena Prof. Budi Santosa Purwokartiko dikenal sebagai interviewer Beasiswa LDPD Departemen Keuangan, dirinya viral di media sosial. Bukan karena prestasi yang ia raih selama menjabat sebagai rektor, melainkan viral karena tulisan di status Facebook yang mengandung SARA. Ini adalah tulisan status Facebook Prof. Budi Santosa Purwokartiko yang viral di media sosial "Saya berkesempatan mewawancara beberapa mahasiswa yang ikut mobilitas mahasiswa ke luar negeri. Program Dikti yang dibiayai LPDP ini banyak mendapat perhatian dari para mahasiswa. Mereka adalah anak-anak pintar yang punya kemampuan luar biasa. Jika di-plot dalam distribusi normal, mereka mungkin termasuk 2,5 persen sisi kanan populasi mahasiswa. Tidak ada satu pun saya mendapatkan mereka ini hobi demo. Yang ada adalah mahasiswa dengan IP yang luar biasa tinggi di atas 3.5 bahkan beberapa 3.8, dan 3.9, Bahasa Inggris mereka cas cis cus dengan nilai IELTS 8, 8.5 bahkan 9, Duolingo bisa mencapai 140, 145 bahkan ada yang 150 (padahal syarat minimum 100). Luar biasa. Mereka juga aktif di organisasi kemahasiswaan (profesional), sosial kemasyarakatan, dan asisten lab atau asisten dosen. Mereka bicara tentang hal-hal yang membumi: apa cita-citanya, minatnya, usaha-usaha untuk mendukung cita-citanya, apa kontribusi untuk masyarakat dan bangsanya, nasionalisme, dan sebagainya. Tidak bicara soal langit atau kehidupan sesudah mati. Pilihan kata-katanya juga jauh dari kata-kata langit: Insha Allah, barakallah, syiar, qarullah dan sebagainya. Generasi ini merupakan bonus demografi yang akan mengisi posis-posisi di BUMN, lembaga pemerintah, dunia pendidikan, sektor swasta beberapa tahun mendatang. Dan kebetulan dari 16 yang saya harus wawancara, hanya ada dua cowok dan sisanya cewek. Dari 14, ada dua yang tidak hadir. Jadi, 12 mahasiswi yang saya wawancarai, tidak satu pun menutup kepala apa manusia gurun. Otaknya benar-benar open mind. Mereka mencari Tuhan ke negara-negara maju, seperti Koream Eropa Barat, dan Amerika Serikat bukan ke negara yang orang-orangnya pandai bercerita tanpa karya teknologi". Tulisan ini tidak jadi masalah bagi Prof. Budi Santosa Purwokartiko. Hanya saja, netizen-netizen Indonesia dibuat geram dan marah dengan tulisan Prof. Budi Santosa Purwokartiko karena telah menyinggung mahasiswi serta menyinggung Agama Islam yang mengatakan bahwa "Tidak bicara soal langit atau kehidupan sesudah mati. Pilihan kata-katanya juga jauh dari kata-kata langit: Insha Allah, barakallah, syiar, qarullah dan sebagainya" serta "tidak satu pun menutup kepala apa manusia gurun". Netizen-netizen Indonesia pun menanyakan agama yang ia anut dan kepatuhan beliau dalam beragama di kolom komentar Instagram Institut Teknologi Kalimantan @itk_official & netizen-netizen Indonesia pun meminta agar pihak kampus segera memecat pria kelahiran Klaten, 12 Mei 1969 tersebut.
Sumber:
- Website Pejabat Publik (30 April 2022):
Profil Rektor ITK Profesor Budi Santosa Purwokartiko, Dikenal Dosen
Berprestasi ITS
- Instagram @rakyatcerdas.45 & @majeliskopi08 (30 April 2022)
Gini nih salah satu peliharaan sekaligus sumber kekacauan di NKRI.
@haikalhassal_quote inilah tulisannya. Benar-benar dah ini manusia
(Instagram @rakyatcerdas.45) & Yang lagi heboh unggahan bernarasi
SARA dari akun Fcebook Budi Santosa Purwokartiko menyebutkan
dirinya sedang menguji mahasiswa yang ikut beasiswa LPDP. Unggahan
tersebut tercatat pada tanggal 27 April 2022. Unggahan Facebook dan
akun Facebooknya telah dihapus. Pemiliki akun yang diduga adalah Rektor
Institut Teknologi Kalimantan, Prof. Budi Santosa Purwokartiko, diakui oleh
pihak Institut Teknologi Kalimantan dan unggahan tersebut adalah tulisan
pribadi, tidak ada kaitannya dengan posisinya sebagai rektor ITK
(Instagram @majeliskopi08)
No comments:
Post a Comment