Mengenal Standar Ganda, Standar Yang Hanya Mencari Keadilan
dengan Memihak Kelompok Lain Ketimbang Mencari Keadilan untuk
Seluruh Rakyat Dunia
Sumber Konten Blog Berasal: Football Lovers IDN Serba-Serbi & Fakta
Pengertian Standar Ganda
Standar Ganda merupakan standar yang dimiliki oleh seseorang atau kelompok untuk mencari keadilan serta kemanusiaan dengan memihak kelompok lain tanpa memedulikan keadilan serta kemanusiaan yang sedang terjadi atau kejadian yang sudah lama terjadi.
Contoh Standar Ganda di Dunia Sepakbola
Mesut Ozil & Paul Pogba memberikan dukungan ke Palestina dengan mengibarkan bendera
Palestina setelah pertandingan selesai. Namun, Mesut Ozil & Paul Pogba diberikan hukuman berupa denda karena sepakbola tidak boleh mencampurkan dengan politik. Begitu pun dengan Mesut Ozil & Paul Pogba, suporter Glasgow Celtic mengalami nasib serupa. Suporter Glasgow Celtic memberikan dukungan ke Palestina dengan mengibarkan bendera Palestina di tribun penonton saat pertandingan leg pertama babak play-off Liga Champions Eropa 2016/2017 yang mempertemukan Glasgow Celtic melawan Hapoel Be'er Sheva pada Kamis, 18 Agustus 2016. Saat itu, suporter Celtic membentangkan bendera Palestina serta bernyanyi di tribun penonton dengan We are singing, singing for Palestine saat Palestina menyerang Israel saat pertandingan berlangsung. Celtic dikenakan denda sebesar 10 juta Euro (sekitar 145 juta rupiah). Alasan Celtic diberikan hukuman berupa denda dari UEFA adalah UEFA melarang pesan yang tidak cocok dengan olahraga, antara lain politik, ideologi, agama, serta perlakuan ofensif dan provokatif. Bahkan, UEFA hampir memberikan hukuman berupa denda ke Celtic karena aksi mendukung Palestina saat Celtic melawan KR Reykjavik pada Rabu, 16 Juli 2014. Mereka (suporter Glasgow Celtic) tertangkap basah melakukan hal yang sama saat Celtic menghadapi Hapoel Be'er Sheva karena Islandia mendukung Israel yang melancarkan aksi berupa serangan ke Bangsa Palestina.
Di sisi lain, FIFA & UEFA memberikan sikap yang berbeda mengenai invasi Rusia-Ukraina. FIFA & UEFA memberikan hukuman berat ke Rusia berupa mendiskualifikasi Timnas Rusia dari Kualifikasi Piala Dunia 2022 serta mendepak Spartak Moskow dari Liga Europa 2021/2022. Bukan hanya Timnas Rusia & Spartak Moskow yang didiskualifikasi, sponsor-sponsor dari Rusia mengalami mengalami hal serupa. Seperti contoh, FC Schalke 04 menghentikan kerjasama dengan Gazprom, salah satu perusahaan energi asal Rusia, Manchester United menghentikan kerjasama dengan Aeroflot, salah satu penerbangan asal Rusia yang memberangkatkan para skuad Manchester United ke stadion untuk menjalankan pertandingan di Liga Primer Inggris, dan sponsor-sponsor dari Rusia lainnya. FIFA pun bergerak cepat dengan menghentikan kerjasama dengan Gazprom selama 10 tahun (sejak 2012) menjadi sponsor FIFA. Bahkan, FIFA meminta ke liga-liga Eropa untuk memasang bendera Ukraina di Big Screen, memberikan dukungannya ke Ukraina dengan memasang spanduk "NO WAR" sebelum pertandingan dimulai, serta silent moment selama 5 menit.
Aksi FIFA & UEFA memberikan hukuman berat ke Timnas Rusia & Spartak Moskow, membentangkan spanduk "NO WAR" sebelum pertandingan dimulai, pemutusan kerjasama dengan sponsorhip, serta silent moment selama 5 menit dikecam banyak pihak. Banyak yang menganggap bahwa FIFA & UEFA memiliki standar ganda karena sikap FIFA & UEFA ke Palestina karena dibombardir Israel berbeda 360 derajat dengan sikap FIFA & UEFA ke Ukraina karena dibombardir Rusia dengan rudal. Kinerja FIFA & UEFA pun disorot dan dikritik habis-habisan oleh banyak pihak, salah satunya pecinta sepakbola di Indonesia. FIFA & UEFA seolah menjilat ludahnya sendiri (istilahnya, ucapannya tidak sesuai dengan kenyataan) karena FIFA pernah mengatakan ke pecinta sepakbola bahwa "Sepakbola tidak boleh dicampur ke politik (dalam arti, politik tidak boleh dibawa ke ranah sepakbola)". Pecinta sepakbola di Indonesia pun beramai-ramai ke akun Instagram resmi FIFA & UEFA dengan memberikan #SavePalestine, #FreePalestine, serta mempertanyakan sikap FIFA & UEFA ke Ukraina dengan Israel ke akun Instagram resmi FIFA. Pecinta sepakbola meminta agar FIFA memberikan hukuman berat ke Timnas Israel & klub-klub Israel yang berkompetisi di liga-liga domestik, baik itu Liga Champions Eropa maupun Liga Europa karena Israel menyerang dan memborbardir Palestina tanpa ada rasa bersalah.
Bukan hanya kalangan pecinta sepakbola yang mempertanyakan sikap FIFA yang berbeda, netizen-netizen Indonesia pun mempertanyakan sikap PBB (Persatuan Bangsa-Bangsa) yang memiliki sikap yang sama dengan FIFA & UEFA. Banyak yang beranggapan bahwa dunia ini sudah dikuasai oleh Amerika dan sekutu yang berusaha menghancurkan suatu negara yang tidak memiliki kesalahan
No comments:
Post a Comment